Koneksian.id, Jakarta – Warga Medan dan Sumatera Utara boleh membusungkan dada. Jauh sebelum Soekarno-Hatta berbenah mati-matian mengejar Bintang 4, Bandara Internasional Kualanamu (KNO) sudah lebih dulu menyandang predikat bergengsi ini.
Berdasarkan laporan resmi Skytrax, Kualanamu sukses mempertahankan statusnya sebagai Certified 4-Star Regional Airport.
Skytrax memberikan pujian dengan kalimat manis:
“A modern, compact regional airport offering good domestic standards…”
Tapi, jangan senang dulu. Di balik pujian itu, terselip kritik halus yang menjadi “tamparan” bagi mimpi besar kita menjadikan Kualanamu sebagai Hub Internasional Wilayah Barat:
“…and a small international section where some further improvements are needed.”
Mari kita bedah apa yang membuat Kualanamu begitu dicintai Skytrax, sekaligus menyoroti sisi mana yang masih “kurang nendang”.
Juara di Aksesibilitas: Kereta Bandara Adalah Kunci
Salah satu alasan utama Kualanamu terasa begitu superior dibanding bandara lain di Indonesia adalah Konektivitas Darat.

Skytrax memberikan nilai tinggi untuk Public Transport Options. Kehadiran Railink (Kereta Bandara) yang terintegrasi sempurna dengan gedung terminal adalah game changer. Turun pesawat, jalan kaki sebentar, naik kereta, dan wush—Anda sampai di pusat kota Medan tanpa drama macet.
Bandingkan dengan Kalayang di Soetta yang kadang mati-nyala, atau akses taksi di Bali yang semrawut. Di Kualanamu, flow penumpangnya terasa sangat Eropa: Rapi, Terintegrasi, dan Efisien.
Desain “Compact” yang Memanjakan Kaki
Kelebihan lain yang disorot auditor adalah desain terminal yang Compact.
Tidak seperti Terminal 3 Soetta yang memaksa Anda berjalan kaki kiloan meter dari check-in ke boarding gate (sampai betis terasa mau copot), Kualanamu didesain sangat manusiawi. Jarak jalan kakinya pas, tidak terlalu jauh.
Signage (papan penunjuk arah) dinilai jelas, area belanja dan makan tertata rapi di satu lantai mezzanine yang mudah diakses. Bagi penumpang transit atau lansia, bandara ini sangat bersahabat (user-friendly).
Sisi Lemah: Sektor Internasional yang “Tanggung”
Nah, ini dia poin kritiknya.
Meskipun menyandang nama “Internasional”, Skytrax menilai area keberangkatan dan kedatangan internasional Kualanamu masih “Small” (Kecil) dan butuh perbaikan.
Fasilitas di area internasional terasa minim dibanding area domestik yang meriah. Pilihan duty-free terbatas, lounge internasionalnya standar, dan atmosfernya belum terasa seperti “Global Hub”.
Ini wajar, mengingat selama bertahun-tahun trafik Kualanamu didominasi penerbangan domestik. Namun, jika mimpi besarnya adalah menyaingi Changi atau Kuala Lumpur sebagai pintu gerbang Asia Tenggara, standar fasilitas internasional ini harus dirombak total.
Angin Segar: Masuknya “Raksasa” India
Kabar baiknya, perbaikan itu sedang terjadi.
Sejak akhir 2021, pengelolaan Kualanamu dipegang oleh kemitraan strategis antara Angkasa Pura II dan GMR Airports (konsorsium asal India).
GMR bukan pemain sembarangan. Mereka adalah otak di balik kemegahan Bandara Delhi dan Hyderabad. Target mereka jelas: Menjadikan Kualanamu sebagai hub penerbangan internasional untuk menyaingi dominasi Singapura dan Kuala Lumpur.
Buktinya mulai terlihat. Maskapai kelas kakap seperti Qatar Airways sudah mulai melirik rute langsung ke Medan. Ini sinyal bahwa Kualanamu sedang bersolek untuk menyambut tamu dunia, bukan cuma tamu lokal.
Koneksian Insight
Kualanamu adalah aset emas Indonesia di selat Malaka. Posisinya strategis, infrastrukturnya solid (Bintang 4).
- Untuk Traveler: Manfaatkan Kereta Bandara! Itu adalah fasilitas kelas dunia yang murah meriah. Jangan buang waktu naik taksi kalau Anda sendirian atau berdua.
- Untuk Pengelola (Angkasa Pura Aviasi): Kritik Skytrax soal “Small International Section” harus dijawab dengan ekspansi. Perbanyak tenant internasional, perbaiki lounge, dan ciptakan experience yang membuat turis asing merasa “Wow” saat mendarat.
- Potensi Hub Umrah: Dengan landasan pacu yang mumpuni, Kualanamu punya potensi besar jadi Hub Umrah untuk wilayah Sumatera, mengurangi kepadatan di Jakarta.
Kualanamu sudah punya “tulang” yang kuat (Bintang 4). Sekarang tinggal memoles “kulit”-nya agar lebih glowing di mata dunia internasional. Horas!
Sumber Data:
Skytrax Airport Ratings – Kualanamu International Airport Rating
(https://skytraxratings.com/airports/kualanamu-international-airport-rating)







