Sabtu, September 26, 2026
Google search engine
BerandaInspirasiMengapa Pesawat ATR Sangat Populer hingga Menjadi Istilah Khusus di Indonesia?

Mengapa Pesawat ATR Sangat Populer hingga Menjadi Istilah Khusus di Indonesia?


Pesawat ATR mengalami metonimia, menjadi istilah khusus untuk pesawat dengan baling-baling

Koneksian.id, Jakarta- Saat presiden BJ Habibie wafat, banyak pihak menyampaikan kenangan atas jasa-jasa yang telah ia berikan. Salahsatu yang terkenal adalah testimoni dari Viktor Bungkilu Laiskodat, Gubernur NTT itu menyampaikan bahwa BJ Habibie telah berjasa dalam membuka keterisolasian transportasi udara di wilayah kepulauan Indonesia. “Pemerintah dan rakyat NTT berterima kasih kepada bapak BJ Habibie karena karya beliau yaitu pesawat CN-235 atau sejenis ATR yang beroperasi di NTT telah mampu membuka isolasi wilayah ini,” kata Viktor seperti dilansir dari Republika, edisi Kamis, 12 September 2019. 

Viktor, yang menyebut CN-235 sebagai pesawat jenis ATR tak mengherankan, banyak masyarakat yang menyebut pesawat baling-baling sebagai pesawat ATR. Hal ini berarti dua hal, yaitu pesawat ATR yang sangat populer dan fenomena efisiensi bahasa. Dalam kajian semantik dan leksikologi, fenomena itu disebut dengan eponim produk. 

Secara kognitif, otak manusia cenderung mencari efisiensi dalam berbahasa. Ketika sebuah merek menjadi yang pertama, dominan, atau paling ikonik di suatu wilayah, nama merek tersebut mengalami perluasan makna. Proses ini merupakan bentuk metonimia, di mana sebuah entitas atau merek digunakan untuk mewakili konsep yang lebih luas. 

Di Indonesia hal itu seperti fenomena odol untuk menyebut pasta gigi. Padahal Odol adalah sebuah merek pasta gigi asal Jerman yang dibawa pada masa Kolonial Belanda. Mereknya saat ini sudah hilang di pasar lokal, tapi namanya menetap secara permanen dalam leksikon bahasa Indonesia. 

FOTO: Pesawat ATR yang sedang terbang (dok. Aircraft)

Contoh lain adalah Sanyo untuk menyebut mesin pompa air. Ada juga fenomena stabilo untuk menyebut highligher, atau pampers untuk menyebut produk popok sekali pakai. Padahal itu adalah merek-merek populer yang menjadi istilah khusus. Begitupula dengan ATR. 

Sebenarnya, ATR (Avions de Transport Régional) adalah sebuah merek pesawat buatan perusahaan gabungan dari Prancis dan Italia, yaitu Aérospatiale dan Alenia. Pesawat dengan baling-balingnya yang khas ini sangat populer di Indonesia. 

Karakter Indonesia sebagai negara kepulauan dan kondisi landasan yang pendek-pendek membuat pesawat ini banyak digunakan. Dilansir dari atr-aircraft, kondisi geografis Indonesia dengan ribuan pulau disebut-sebut memiliki keterbatasan lahan. Banyak wilayah di wilayah terluar yang memiliki landasan pacu yang pendek (di bawah 1.600 meter). 

Pesawat ATR yang dikenal dirancang untuk mampu lepas landas atau mendarat di landasan pendek dan sempit dinilai sangat cocok di Indonesia. Alhasil, pesawat jenis ini mengungguli pesawat jenis lain di landasan pendek, misalnya jet komersial seperti Boeing 737 atau Airbus A320. Seperti diketahui, pesawat jenis jet membutuhkan kekerasan landasan (Pavement Classification Number/PCN) yang tinggi, sedangkan ATR yang jauh lebih ringan bisa mendarat di bandara dengan aspal tipis tanpa merusak landasan. 

Mesin turboprop di pesawat ATR juga dikenal jauh lebih hemat bahan bakar dibanding mesin turbofan pesawat jet untuk penerbangan jarak pendek. Saat terbang di ketinggian rendah (di bawah 25.000 kaki), pesawat turboprop ATR juga lebih irit bahan bakar.  Hal ini membuat biaya operasional per kursi (cost per seat) menjadi sangat kompetitif. Tak heran jika perusahaan Wings Air (Lion Grup) banyak menggunakan pesawat jenis ini untuk menghubungkan kota-kota tier 2 dan 3. 

Populernya ATR di Indonesia juga tak lepas dari momentum dipensiunkannya pesawat turboprop generasi lama seperti Fokker 27, Fokker 50, dan NM-212. Saat pesawat-pesawat legend itu dipensiunkan, ATR masuk ke Indonesia. Wings Air menjadi maskapai yang paling banyak menggunakan ATR. Pada tahun 2012, Wings Air melakukan ekspansi besar-besaran menggunakan ATR, menjadikan Wings Air sebagai operator ATR terbesar di dunia saat itu. 

Karena dominan digunakan di berbagai pelosok, masyarakat mulai menyebut pesawat dengan baling-baling kecil sebagai pesawat ATR. (Upi) 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

ARTIKEL TERPOPULER

Verified by MonsterInsights